"Kesehatan Kerja sebagai Pelaut : Tips dan Pentingnya Perawatan Kesehatan di Laut"

Bekerja sebagai pelaut merupakan profesi yang penuh tantangan, tidak hanya karena faktor fisik yang berat, tetapi juga karena tantangan kesehatan yang harus dihadapi di tengah laut. Pelaut, yang sering kali berada di laut untuk waktu yang lama, terpapar pada berbagai risiko kesehatan yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka dan kinerja mereka di atas kapal. Oleh karena itu, menjaga kesehatan kerja sebagai pelaut sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan mereka.


RS Pelabuhan Cirebon kali ini akan membahas berbagai aspek kesehatan kerja sebagai pelaut, mulai dari masalah kesehatan yang sering dihadapi hingga cara-cara efektif untuk menjaga kebugaran tubuh selama bertugas di laut.


1. Masalah Kesehatan yang Sering Dihadapi Pelaut

Pelaut sering kali bekerja dalam kondisi yang jauh berbeda dari pekerjaan di darat. Lingkungan laut yang terbuka, cuaca ekstrem, dan keterbatasan fasilitas medis membuat mereka rentan terhadap beberapa masalah kesehatan. Berikut adalah beberapa masalah kesehatan umum yang sering dihadapi pelaut:


a. Penyakit Laut (Seasickness)

Salah satu masalah kesehatan yang paling umum dihadapi pelaut, terutama bagi mereka yang baru pertama kali berlayar, adalah penyakit laut atau seasickness. Gejalanya meliputi mual, pusing, dan muntah akibat pergerakan kapal yang bergoyang di atas air.


b. Masalah Otot dan Sendi

Kerja fisik yang berat, peralatan yang tidak ergonomis, serta gerakan kapal yang tak terduga dapat menyebabkan nyeri otot, cedera pada sendi, atau bahkan gangguan muskuloskeletal pada pelaut. Penggunaan alat pelindung diri yang tepat dan latihan fisik yang teratur dapat membantu mengurangi risiko ini.


c. Penyakit Menular

Pelaut hidup dalam ruang yang terbatas dan sering berinteraksi dekat dengan sesama awak kapal. Hal ini meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular seperti flu, batuk pilek, atau penyakit tropis lainnya. Kebersihan yang kurang baik di kapal juga dapat menjadi faktor penyebab.


d. Gangguan Mental dan Stres

Bekerja di laut bisa sangat mengisolasi, terutama untuk pelaut yang berlayar dalam waktu lama tanpa kontak dengan keluarga atau teman. Stres, kecemasan, depresi, dan kelelahan mental adalah masalah kesehatan mental yang sering terjadi di kalangan pelaut. Perasaan terisolasi dan beban kerja yang berat seringkali memperburuk kondisi ini.


e. Paparan Cuaca Ekstrem

Pelaut sering terpapar cuaca ekstrem seperti sinar matahari yang sangat terik atau angin kencang. Paparan sinar UV yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan kulit seperti sunburn atau bahkan kanker kulit. Selain itu, suhu ekstrem yang sangat dingin atau panas juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti hipotermia atau dehidrasi.


2. Tips Menjaga Kesehatan Kerja sebagai Pelaut

a. Menjaga Kebugaran Fisik

Pelaut yang tetap menjaga kebugaran fisik akan lebih mampu menghadapi tuntutan kerja yang berat dan tantangan di atas kapal. Berikut adalah beberapa cara untuk menjaga kebugaran tubuh:


Olahraga Teratur: Lakukan olahraga ringan seperti stretching atau latihan kekuatan untuk mengurangi risiko cedera dan nyeri otot. Beberapa kapal menyediakan fasilitas gym mini atau ruang khusus untuk olahraga.

Istirahat yang Cukup: Pastikan untuk tidur yang cukup dan mengikuti jadwal istirahat yang ditetapkan untuk mencegah kelelahan fisik dan mental.

b. Menghindari Penyakit Laut (Seasickness)

Untuk mengurangi risiko seasickness, pelaut dapat:


Mengonsumsi Obat Anti-Mabuk Laut: Beberapa jenis obat mabuk laut, seperti dramamine, bisa membantu mengurangi mual dan pusing.

Menjaga Posisi Tubuh yang Stabil: Cobalah untuk tetap berada di bagian kapal yang lebih stabil dan menghindari duduk di area yang terpapar banyak gerakan.

Perbanyak Minum Air Putih: Dehidrasi dapat memperburuk gejala mabuk laut, jadi pastikan untuk minum cukup air.

c. Mengatur Pola Makan dan Asupan Nutrisi

Pola makan yang sehat sangat penting untuk menjaga kesehatan pelaut. Karena keterbatasan akses ke makanan segar selama berlayar, sering kali pelaut harus bergantung pada makanan kaleng atau makanan yang diawetkan. Namun, beberapa tips berikut dapat membantu:


Makan dengan Seimbang: Usahakan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat, vitamin, dan mineral untuk menjaga kekebalan tubuh. Sertakan sayuran dan buah-buahan dalam pola makan, meskipun dengan suplai terbatas.

Hindari Makanan Berat dan Berminyak: Makanan berat atau berminyak dapat membuat tubuh merasa lemas dan memperburuk masalah pencernaan.

d. Menjaga Kesehatan Mental

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, terutama bagi pelaut yang sering berlayar dalam waktu lama. Beberapa tips untuk menjaga kesehatan mental di laut adalah:


Berkomunikasi Secara Teratur dengan Keluarga: Manfaatkan teknologi untuk tetap berhubungan dengan keluarga atau teman selama perjalanan, meskipun terbatas.

Mengatur Waktu Luang dengan Bijak: Lakukan aktivitas yang dapat membantu menghilangkan stres, seperti membaca, mendengarkan musik, atau bermeditasi.

Menciptakan Dukungan Sosial di Kapal: Berbicara dengan rekan kerja atau membentuk kelompok sosial di kapal dapat membantu mengurangi rasa kesepian dan stres.

e. Penggunaan Pelindung Diri

Pelaut perlu mengenakan pelindung diri untuk melindungi tubuh dari cedera fisik atau gangguan kesehatan akibat faktor eksternal. Beberapa alat pelindung diri yang penting meliputi:


Pelindung Matahari: Gunakan tabir surya dan pakaian pelindung dari sinar matahari untuk menghindari kerusakan kulit akibat paparan sinar UV yang berlebihan.

Pelindung Telinga dan Mata: Selalu pakai pelindung mata dan telinga saat bekerja di lingkungan yang berisik atau berbahaya, terutama saat berdekatan dengan mesin kapal.

f. Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Meski kapal berada jauh dari fasilitas medis, penting bagi pelaut untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pemeriksaan fisik dan kesehatan mental yang terjadwal dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini dan mencegah kondisi kesehatan yang lebih serius. Beberapa kapal memiliki fasilitas medis dan tenaga medis yang dapat menangani masalah kesehatan ringan, sementara yang lebih serius membutuhkan evakuasi ke fasilitas medis terdekat.