PEMERIKSAAN SKRINING Ca SERVIX METODE PCR HPV - DNA ( Menggunakan Urine ) & VAKSIN Ca CERVIKS
RS Pelabuhan Cirebon turut berperan aktif dalam upaya ini. Pada November 2023, rumah sakit ini meluncurkan program skrining kanker serviks menggunakan metode PCR HPV-DNA berbasis urine. Metode ini menawarkan kenyamanan dan efektivitas dalam deteksi dini kanker serviks, serta menjadi yang pertama di wilayah Ciayumajakuning yang menyediakan layanan ini.
Selain itu, RS Pelabuhan Cirebon juga menyediakan layanan kesehatan berbasis Value Based Care yang didukung oleh teknologi, edukasi, dan riset, dengan tujuan memberikan pengalaman terbaik bagi pasien.
Melalui inisiatif-inisiatif tersebut, RS Pelabuhan Cirebon berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan deteksi dini kanker, khususnya pada peringatan Hari Kanker Sedunia 2025.
Skrining HPV-DNA adalah tes yang digunakan untuk mendeteksi infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang disebabkan oleh virus tertentu yang dapat meningkatkan risiko kanker serviks pada wanita. Tes ini mencari keberadaan DNA dari virus HPV yang berisiko tinggi, seperti tipe HPV 16 dan 18, yang diketahui dapat menyebabkan perubahan sel pada serviks dan berpotensi berkembang menjadi kanker serviks jika tidak dideteksi dan ditangani lebih awal.
Skrining HPV-DNA:
1. Persiap
Dokter Dokter: Pasien berkonsultasi dengan dokter untuk menilai kebutuhan skrining HPV-DNA. Skrining ini umumnya dianjurkan untuk wanita usia 30 tahun ke atas, meskipun bisa dilakukan lebih awal jika ada faktor risiko tertentu (misalnya riwayat keluarga kanker serviks atau memiliki lebih dari satu pasangan seksual).
Pemberitahuan Pemberitahuan: Pasien disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual atau menggunakan produk kewanitaan seperti pembalut atau krim dalam 24 jam sebelum tes untuk memastikan hasil yang akurat.
2. Pengambilan Sampel:
Metode Pengambilan Sampel (Servik): Pada umumnya, sampel diambil dari serviks (leher rahim) menggunakan alat yang disebut spatula atau sikat khusus. Proses ini tidak terlalu menyakitkan tetapi bisa terasa sedikit tidak nyaman.
Metode Urine : Di beberapa tempat, termasuk RS Pelabuhan Cirebon, ada metode alternatif berbasis urine yang lebih nyaman. Dalam metode ini, pasien akan diminta untuk memberikan sampel urine (biasanya urine pertama di pagi hari) yang kemudian dianalisis untuk mendeteksi DNA HPV.
3. Pengolahan Sampel:
Sampel yang diambil akan segera dibawa ke laboratorium untuk dianalisis.
DNA diekstraksi dari sel-sel yang ada dalam sampel untuk diproses lebih lanjut.
4. Proses PCR (Reaksi Rantai Polymerase):
DNA Amlifikasi: Proses PCR digunakan untuk memperbanyak segmen DNA yang mungkin mengandung informasi terkait infeksi HPV.
Dengan menggunakan teknik PCR, laboratorium akan mencari jenis HPV berisiko tinggi (seperti HPV 16 dan 18) dalam sampel. Ini memungkinkan deteksi infeksi HPV meskipun dalam jumlah yang sangat kecil.
5. Tes Hasil:
Jika tidak ada DNA HPV yang terdeteksi, hasilnya negatif, yang berarti tidak ada infeksi HPV berisiko tinggi.
Positif Hasil Hasil: Jika ditemukan DNA HPV berisiko tinggi, hasil tes akan positif. Ini menunjukkan bahwa pasien memiliki infeksi HPV yang dapat meningkatkan risiko kanker serviks.
6. Keuntungan Skrining HPV-DNA:
Deteksi Dini: Skrining ini dapat mendeteksi infeksi HPV pada tahap awal sebelum sel serviks mengalami perubahan yang berisiko menyebabkan kanker.
Lebih Cepat: Jika HPV berisiko tinggi terdeteksi, tindakan pencegahan atau pengobatan lebih lanjut dapat dilakukan untuk mencegah kanker serviks.
Secara keseluruhan, skrining HPV-DNA adalah alat penting dalam deteksi dini infeksi HPV yang berisiko tinggi, sehingga dapat mencegah kanker serviks dengan tindakan pencegahan yang tepat.
7. Tindak Lanjut:
Edukasi dan Konsultasi : Dokter akan menjelaskan hasil tes kepada pasien. Jika hasilnya positif, langkah selanjutnya adalah pemeriksaan lebih lanjut, seperti kolposkopi (pemeriksaan lebih rinci pada serviks) atau tes lainnya untuk mengevaluasi potensi perubahan sel pada serviks.
Pencegahan:
Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut :
-Vaksinasi HPV
Vaksin HPV efektif mencegah infeksi Human Papillomavirus (HPV), penyebab utama kanker serviks.
- Disarankan untuk diberikan sejak usia 9-26 tahun, sebelum aktif secara seksual.
-Skrining Rutin
Pap smear: Untuk mendeteksi perubahan sel serviks sejak dini (disarankan setiap 3 tahun bagi wanita usia 21-65 tahun).
Tes HPV-DNA: Untuk mengetahui adanya infeksi HPV yang berisiko tinggi.
3. Gaya Hidup Sehat
Hindari merokok, karena zat kimia dalam rokok dapat melemahkan sistem imun dan meningkatkan risiko kanker.
Konsumsi makanan bergizi yang kaya antioksidan (sayur, buah, dan makanan tinggi serat).
Jaga berat badan ideal untuk mengurangi faktor risiko kanker.
-Hindari Faktor Risiko
Gunakan kondom saat berhubungan seksual untuk mengurangi risiko infeksi HPV.
Hindari berganti-ganti pasangan seksual, karena meningkatkan peluang terpapar virus HPV.
-Edukasi dan Kesadaran
Rutin berkonsultasi dengan dokter untuk memahami risiko dan langkah pencegahan.
Ajak keluarga dan teman untuk ikut vaksinasi dan skrining.
Pencegahan lebih baik daripada pengobatan! Jangan tunda untuk mulai menjaga kesehatan serviks sejak dini.
Info & pendaftaran: (0231) 221873/ WhatsApp 881-8399-554
IHC RS Pelabuhan Cirebon
Ramah - Peduli - Bersahabat
Jl. Sisingamangraja No.45 Cirebon - Jawa Barat